Warga Ngunut Pacitan Rutin Latihan Tayub untuk Melestarikan Seni Tradisional

Patjenews
0


Warga Ngunut Pacitan Rutin Latihan Tayub untuk Melestarikan Seni Tradisional
Warga Ngunut Pacitan Rutin Latihan Tayub untuk Melestarikan Seni Tradisional

PACITAN, patjenews.com – Upaya melestarikan kesenian tradisional terus dilakukan masyarakat Desa Ngunut, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan. Salah satunya melalui kegiatan latihan kesenian tayub yang rutin digelar setiap malam Minggu di RT 02/RW 03, Dusun Krajan, Desa Ngunut.

Latihan yang kembali dilaksanakan pada Sabtu (3/10/2026) tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari generasi muda hingga warga yang lebih tua. Mereka mengikuti latihan dengan penuh semangat sebagai bagian dari upaya menjaga keberadaan tayub di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan warga dalam berkesenian, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial. Melalui latihan bersama, masyarakat dapat berkumpul, saling berkomunikasi, sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Salah seorang warga, Idris, mengatakan tayub merupakan kesenian tradisional yang perlu terus dilestarikan karena telah menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat sejak zaman dahulu.

“Tayub adalah kesenian yang harus dilestarikan karena sudah ada sejak zaman dahulu,” ujar Idris.

Sementara itu, Kati mengaku senang mengikuti latihan tayub. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk belajar menari sekaligus menikmati kesenian tradisional.

“Tayub sangat menyenangkan. Jadi, tidak ada salahnya kita latihan agar bisa menari tayub,” katanya.

Warga lainnya menilai kegiatan latihan tayub juga dapat menjadi sarana untuk mengisi waktu luang dengan aktivitas yang positif.

“Mengisi kekosongan dengan hal positif,” ungkapnya.

Latihan yang dilaksanakan secara rutin setiap malam Minggu tersebut menunjukkan adanya kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan seni tradisional. Selain menjaga warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan melanjutkan kesenian tayub.

Dengan demikian, tayub tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan budaya masa lalu, tetapi juga tetap hidup sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Ngunut.(agus.w) 

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)