Pacitan Dilanda Krisis Air Bersih, Gagarin Ajak OPD dan Masyarakat Bergerak Membantu
Guna Mengatasi Krisis Air Bersih, Wabup Gagarin Ajak Seluruh OPD di Pacitan Untuk Saling Membantu
 PACITAN, patjenews.com — Menghadapi meluasnya dampak kekeringan yang menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan mengalami krisis air bersih, Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah mengajak organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga, komunitas, pengusaha, hingga masyarakat untuk bergotong royong membantu warga terdampak.

Gagarin menjelaskan, memasuki Oktober 2026, sejumlah wilayah di Pacitan masih menghadapi persoalan kekurangan air bersih akibat bencana kekeringan. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air untuk keperluan sehari-hari, tetap terpenuhi.

Saat memberikan keterangan kepada jurnalis  Selasa (13/10/2026), Gagarin menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pacitan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait pada September lalu untuk membahas penanganan krisis air bersih.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan pos anggaran penyaluran bantuan air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan. Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa yang wilayahnya terdampak kekeringan.

“Silakan mengajukan wilayah yang terdampak kekeringan dengan dilengkapi surat pengantar dari pemerintah desa dan kecamatan. Selama ada pengajuan dari pemerintah desa, bantuan air bersih akan disalurkan sesuai mekanisme dan antrean yang ada,” jelas Gagarin.

Ia menegaskan, pemerintah desa perlu proaktif menyampaikan kebutuhan warganya agar wilayah yang mengalami krisis air bersih dapat masuk dalam daftar penanganan. Mekanisme pengajuan tersebut menjadi dasar bagi BPBD dalam mengatur penyaluran bantuan sesuai kebutuhan dan urutan permohonan.

Di tengah upaya pemerintah menangani kekeringan, Gagarin menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Pacitan, ia mengucapkan terima kasih kepada komunitas, lembaga masjid, pengusaha, masyarakat secara pribadi, serta kelompok perantau yang dengan tulus dan ikhlas membantu saudara-saudara mereka di Pacitan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Menurutnya, kepedulian tersebut merupakan wujud nyata solidaritas sosial dan semangat gotong royong. Bantuan yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari, tetapi juga menjadi penyemangat bagi warga yang tengah menghadapi dampak kekeringan.

Gagarin juga mengimbau OPD, lembaga, organisasi kemasyarakatan, serta perorangan untuk turut melakukan penggalangan dana dan bantuan guna meringankan beban masyarakat yang terdampak krisis air bersih.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kelompok masyarakat, para perantau, simpatisan, dan semua pihak yang telah membantu warga Pacitan dalam menghadapi kelangkaan air bersih,” ungkapnya.

Penanganan krisis air bersih di Pacitan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, komunitas sosial, dan masyarakat luas. Pemerintah melalui BPBD menjalankan mekanisme penyaluran bantuan, sedangkan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan tambahan untuk menjangkau warga yang membutuhkan.

Di tengah ancaman kekeringan, kecepatan penyampaian informasi mengenai wilayah terdampak menjadi hal penting. Pemerintah desa diharapkan segera mengajukan permohonan bantuan disertai dokumen pendukung agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat ditangani sesuai prosedur.

Gagarin berharap semangat kepedulian dan gotong royong terus tumbuh sehingga masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih tidak merasa sendirian menghadapi bencana kekeringan.

Melalui kerja sama seluruh elemen, upaya pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Pacitan diharapkan dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dalam menghadapi bencana yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Kepala BPBD Kabupaten Pacitan Erwin Andri Atmoko menjelaskan bahwa masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Pacitan. Selain itu, pemerintah desa dapat mengajukan permohonan bantuan secara tertulis kepada BPBD dengan diketahui oleh camat setempat.

Mekanisme tersebut diharapkan memudahkan masyarakat menyampaikan informasi mengenai wilayah yang terdampak kekeringan sekaligus mempercepat koordinasi penyaluran bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.(agus.w)